Desa Sambongrejo, yang terletak di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, memiliki tradisi budaya yang khas dan sarat makna, yaitu Gas Deso atau yang juga dikenal sebagai Sedekah Bumi. Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, hasil panen, dan keselamatan selama satu tahun terakhir. Tradisi Gas Deso juga dilakukan mayoritas desa di pulau Jawa tentunya dengan kearifan lokal masing-masing.
Gas Deso menjadi simbol keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta, serta momentum untuk mempererat persatuan dan menjaga warisan budaya leluhur.
Waktu Pelaksanaan Tradisi Gas Deso di Desa Sambongrejo dilaksanakan setiap Kamis Pahing bulan Selo (Zulqa’dah) dalam penanggalan Jawa. Namun, dalam beberapa tahun, pelaksanaannya bergeser ke Kamis Pahing bulan Suro (Muharram), terutama jika panen raya belum selesai pada bulan Selo. Fleksibilitas waktu ini menunjukkan kearifan lokal yang menyesuaikan tradisi dengan kondisi pertanian masyarakat.
Perayaan Gas Deso di Sambongrejo berlangsung meriah dan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Beberapa kegiatan khas yang dilaksanakan antara lain:
- Kirab Budaya
Warga dari berbagai RT dan dukuh menampilkan potensi budaya dan kreativitas masing-masing dalam kirab yang diiringi musik dan atraksi tradisional. Kirab ini juga menampilkan hasil bumi sebagai simbol rasa syukur atas panen.
- Lomba dan Karnaval
Diadakan berbagai lomba seperti karnaval pakaian adat, lomba tumpeng, hingga permainan rakyat. Ini menjadi ajang hiburan sekaligus edukasi budaya bagi anak-anak dan remaja.
- Pertunjukan Kesenian Tradisional
Seperti ketoprak, seni barong, dan organ tunggal atau campursari. Kesenian ini biasanya digelar malam hari dan dinikmati oleh seluruh warga sebagai hiburan yang memperkuat identitas budaya lokal.
- Selametan dan Sedekah
Warga secara mandiri maupun kelompok mengadakan selametan di rumah masing-masing, dengan menyajikan makanan tradisional. Makanan ini kemudian dibagikan kepada kerabat, tetangga, atau siapa pun yang datang, sebagai wujud sedekah dan rasa syukur.
Makna dan Nilai Tradisi
Gas Deso bukan hanya tradisi simbolik, melainkan juga sarana memperkuat:
- Spiritualitas: Mengingatkan akan pentingnya bersyukur kepada Allah SWT.
- Gotong Royong: Terlihat dalam kerja sama warga menyukseskan acara.
- Silaturahmi: Momen berkumpul dan berbagi dengan sesama warga dan kerabat.
- Pelestarian Budaya: Menjaga kesenian dan adat agar tetap hidup di tengah modernisasi.
Masyarakat Desa Sambongrejo telah membuktikan bahwa tradisi lokal dapat berjalan berdampingan dengan zaman modern. Partisipasi anak-anak muda dalam kirab, karnaval, dan pertunjukan seni menjadi harapan bahwa warisan Gas Deso akan terus hidup dan berkembang.
Lebih dari sekadar pesta tahunan, Gas Deso adalah cerminan jati diri desa—menyatukan masa lalu, kini, dan masa depan dalam bingkai budaya yang luhur. carx